Sia-sia

Aku menulis untuk mata yang tak kunjung mengering,

untuk bibir yang lelah mengeluh,

untuk rasa yang telah mati,

dan untuk hati yang terus disakiti.

Aku menulis untuk harapan yang kian terpendam,

untuk omong kosong yang tak kunjung kosong,

untuk pujian yang penuh kepalsuan.

Aku menulis untuk mereka yang lupa cara membaca.

-AA-