Mengais Cita

Kemarin ibu datang dengan tangisnya
Meratabi nasibku yang enggan menyapanya

Ia peluk aku dengan iba
Berharap keberuntungan segera tiba

Ia berdoa untukku akan sebuah cinta
Berharap aku berhenti mengais cita

Tapi ini hidupku, Bu
Iya, memang penuh kelabu
Tapi sungguh aku sedang tidak meragu, Bu

Biar derasnya hujan membanjiri jalanku
Biar sunyinya malam menemani penantianku
Biar angan jadi panutanku

Sungguh, Bu…
Sungguh aku sedang tidak meragu

-AA-